Cerita di Akasia - Part 1

Cerita ini saya tulis untuk mengenang masa - masa kejayaan ketika menjadi Trainee di salah satu Perusahaan Hutan Tanaman Industri di Pulau Sumatera beberapa tahun yang lalu. Ada banyak kejadian - kejadian menarik yang rasanya sayang kalau tidak saya dokumentasikan. 
Akan ada beberapa nama dan tempat yang disamarkan untuk melindungi privasi yang bersangkutan. Cerita ini pun tidak akan berurutan menurut waktunya, saya akan menuliskan yang saya ingat saja. 
Sebagai Trainee di sebuah perusahaan Hutan, kami diwajibkan mengikuti training baik di kelas maupun di lapangan. Ada banyak kejadian yang membentuk dan mengakrabkan kami satu sama lain. Keluarga dan teman kami adalah teman kami sesama trainee juga. 


Belum Full Team 

Part 1 - Derita Sengat Tawon
Bagi orang yang terbiasa ke hutan, sengatan tawon merupakan sebuah mimpi buruk. Skalanya bisa dari yang kecil sampai besar. Dikalangan anak - anak trainee ada seorang legend yang katanya pernah tersengat tawon sampai 16 titik, dan amazingly dia bertahan. 

Ketika materi Planning, kami disebar dalam kelompok ke beberapa Estate untuk mempelajari sistem planning di sana. Nah, pada hari pertama masing - masing kelompok di tiap estate ternyata diberi tugas untuk mempelajari tata batas hutan ke conservation belt. Karena ini hari pertama, saya dan teman - teman masih semangat, namun malang tak dapat ditolak, saya kena sengat tawon hari itu. Kalau tidak salah, ada beberapa teman dalam grup saya yang juga kena sengatan tawon. Begitu sampai di Estate, kami langsung ke klinik dan mendapatkan perawatan. Tidak hanya kami, teman - teman dari grup lain di estate lain juga mengalami hal yang sama. 

Sengatan tawon yang paling parah di batch kami adalah ketika kami mengikuti materi Plantation di suatu estate yang paling jauh. Ketika itu kami menyusuri tanaman akasia untuk melakukan singling (memotong cabang pengganggu). Seorang teman (katakan namanya Adi) tidak sengaja mengenai sarang tawon dan koloni tawon langsung menyerang dia dan beberapa teman lain, namun yang paling parah adalah sengatan yang dialami Adi. 
Kalau ingat saat itu, rasanya mencekam sekali, kami tahu sangat berbahaya apabila kami terlambat membawanya ke klinik. Untung saja ketika itu, driver sedang ada bersama kami jadi kami bisa langsung membawa dia ke klinik. Di perjalanan, Adi menggigil sepanjang jalan, bahkan ketika semua jaket kami dipakai olehnya pun, dia tetap menggigil. Di perjalanan pun kami sangat khawatir karena langit mendung, pertanda akan hujan, dan jalanan belum kering dari bekas hujan kemarin malam. Sesampainya di Klinik, Adi dan teman - teman lainnya langsung ditangani tenaga medis. Untunglah setelah dirawat, mereka tertolong. 

Cerita sengat tawon yang paling konyol menurut saya adalah yang dialami Kang Ahmad. Ketika sedang beristirahat di areal. Dia melihat seekor tawon yang dia yakini sudah mati. Nah.. karena dia yakin itu tawon sudah mati, dia permainkanlah si tawon ini. Sudah diingatkan, malah ngeyel. "udah mati kok tawonnya" selesai ngomong gitu... Cuzz.. sang tawon menyengat jidat kang Ahmad. Mau ketawa tapi kok gak tegaa.. Akhirnya sorenya Kang Ahmad harus melapor ke Klinik. Lucunya, kan setiap kejadian kecelakaan harus dilaporkan ke Team Safety, kita gak tau apa yang disampaikan Kang Ahmad dalam berita acara kecelakaannya, apakah dia menyampaikan kronologisnya beneran atau boongan. Kan malu banget, kalau ketauan disengat tawon, karena gak tau kalau itu tawon sudah mati. Hahaha.. 

Setelah hampir selesai program training, hampir semua anggota batch kami sudah terkena sengatan tawon. Hanya seorang saja yang tidak kena, and she bragged about it (hahaha). Dalam perjalanan pada trip terkahir, kami masih menghitung siapa saja yang sudah kena sengatan tawon, dan hanya Dian yang belum kena. Dia seneng banget waktu itu. Namun anehnya begitu sampai di depan rumah, masih di dalam kendaraan, Dian berteriak dan berlari ke dalam rumah. you know what?.. ada tawon di dalam jeans nya dan memutuskan untuk menyengat kaki Dian pada akhir perjalanan. Aneh banget kan?.. padahal perjalanan itu memakan waktu sekitar 4 jam, kok bisa?? Itu tawon datangnya dari mana?.. itu menjadi pertanyaan besar sampai sekarang. 

Gak tau siapa yang punya ide buat foto begini


Bagaimanapun, semua anggota batch kami sudah sah senasib dan sepenanggungan dalam hal sengatan tawon. :) 
  

Comments