Meningkatkan Skor IELTS - Part 2, Listening


Sejujurnya, saya paling senang mengerjakan Listening pada IELTS ini, karena rasanya bagi saya kemampuan ini yang paling gampang. Yang lainnya susah.. hahahaha.

Listening IELTS
source : http://ieltsmega.com

Pertama kali mengikuti IELTS, saya kewalahan menjawab soal – soal tersebut. Sangat berbeda dengan TOEFL, dimana kita mendengarkan dialog, kemudian langsung diberikan pertanyaan dan diberi waktu menjawab. Di IELTS, percapan akan berjalan terus, sembari kita menjawab pada lembar soal. Yang pada akhir sesi, baru akan dipindahkan ke lembar jawab.

Biasanya, Pada Listening terdapat empat bagian. Bagian pertama adalah percakapan sehari - hari, bagian kedua monolog sehari – hari, bagian ketiga diskusi mengenai kegiatan akademik, yang keempat adalah monolog akademik. Satu lagi yang bikin saya gemas sama skill ini adalah, segala kesalahan spelling, grammar, hyphen bahkan singular dan plural akan dihitung sebagai salah. Ada banyak kesempatan saya sebenarnya benar, tapi jadi salah karena kesalahan minor (loh?).. misalnya :


  •           Saya tulisnya assesment, padahal seharusnya assessment jadinya salah
  •           Saya tulisnya north west, padahal seharusnya north-west
  •           Saya dengernya teacher (singular), dan ditulis begitu, padahal jawabnya teachers (plural)
  •           Saya tulisnya hand bag (2 words) padahal jawabnya handbag (1 word)

Dan banyak kesalahan – kesalahan lain, yang saya anggap konyol. Bayangkan kalau dalam satu test, saya melakukan kesalahan tersebut berkali – kali. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang bias kita lakukan untuk meningkatkan skill listening ini.

Perbanyak mendengarkan aksen British dan Australia sekitarnya.

Sebelum mengikuti IELTS, saya yakinlah ya saya bisa mendengar dan mengerti bahasa inggris. Mengingat kebiasaan saya menonton serial barat. Ternyata, menonton serial barat Hollywood dan berita CNN, tidak menjamin kita memahami IELTS.
Kita perlu mendengar, memahami dan terbiasa dengan aksen Inggris, Australia dan New Zealand yang sangat berbeda. Jangan hanya menonton film dan drama saja, tapi kita juga perlu mendengar berita, agar telinga kita terbiasa mendengar percakapan formal.
Ada hal yang lucu ketika saya practice test di kampus. Ketika part 1, si pembicara 2 menanyakan alamat pembicara 1, saya dengarnya dia menyebutkan “hell road” what?? Gak mungkin alamatnya jalan neraka kan?.. oke saya dengan smartnya berpikir cepat dan menjawan “hail road” tampak lebih indah kan?.. ternyata jawaban yang benar adalah : “hill road”. Bukan saya saja, ternyata teman – teman yang lain pun gak menyangka kalau si pembicara menyebutkan HILL ROAD, di telinga kami dia menyebutkan “HELL ROAD”. See?.. itulah sebabnya kita perlu terbiasa mendengarkan aksen ketiga Negara tersebut.

Perhatikan instruksi soal

Di tiap section pada soal IELTS akan ada instruksi apakah jawaban kita satu, dua atau tiga kata, dengan atau tanpa angka. Sering sekali dengan tanpa memperhatikan instruksi kita melakukan kesalahan. Misalnya pada instruksi disebutkan ‘ONE WORD ONLY”. kita menuliskan jawaban THE STUDENT, padahal jawaban yang diperlukan hanya STUDENT, maka jawaban ini akan menjadi salah.

         Jangan galau dan lekas move on

Yup.. ada kalanya kita stuck pada satu soal dan terus memikirkannya, padahal percakapan terus berjalan dan soal harus dijawab. Ketika kita luput mendengarkan satu jawaban, let it go.. biarkan saja itu kosong dan tetap konsentrasi untuk menjawab soal selanjutnya. Pada kenyataannya, pada beberapa test, saya ada miss satu atau dua soal, tapi tetap saja saya skornya bisa dapat 7 atau 7.5. Malah kalau saya galau, saya bisa miss lebih banyak.

Follow the rhytim
pertanyaan pada soal IELTS ini biasanya atau selalu berurutan, jadi tetap konsentrasi sambil ikutin cerita yang sedang berjalan.

Map trick
Untuk soal yang berupa peta, sebelum mengerjakan, sebaiknya segera tulis bagian left (kiri), right (kanan), west (barat) dan east (timur) untuk mempermudah imajinasi tentang peta tersebut. Kemudian cari entrance atau sesuatu untuk memulai perjalanan, baru kemudian mendengarkan soal seakan - akan kita berada di dalam peta.

contoh soal peta pada ielts (saya tuliskan left dan right
untuk memudahkan saya)
Source : http://www.ieltsbuddy.com
ieltsliz
Berlatih terus menerus
Keseluruhan test IELTS ini tidak memakan waktu lama, jadi kalau mau latihan sekali sehari atau beberapa kali seminggu sih rasanya wajar saja. 
Link favorit saya di youtube adalah The IELTS Listening Test. Tapi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sebelum memulai mengerjakan soal, skip dulu ke bagian terakhir apakah jawaban ada dan jelas. Karena ada beberapa kali, saya sudah mengerjakan soal, tapi jawabannya tidak ada atau tidak jelas. Ini membuat saya emosi jiwa dan penasaran, berapa skor perolehan saya di soal tersebut. Selain itu, beberapa website juga sangat membantu, misalnya ieltsbuddy.com dan http://ieltsliz.com/

Demikian tips dan trick recehan dari saya, semoga membantu.

Cheers,
-erika




Comments